Cara Riset Keyword untuk Pemula: Panduan Lengkap Biar Blog Gak Sepi Pengunjung

Daftar Isi

Nulis Banyak tapi Kok Gak Ada yang Baca?

Pernah gak sih, Anda sudah capek-capek nulis artikel blog, isinya panjang, rapi, bahkan menurut Anda sudah bagus banget… tapi pengunjungnya gitu-gitu aja?

Tenang, Anda tidak sendirian.

Banyak blogger pemula (bahkan yang sudah lama juga) mengalami hal yang sama. Masalahnya sering bukan di kualitas tulisan, tapi di satu hal yang kelihatannya sepele: keyword.

Nah, di artikel ini saya akan membahas cara riset keyword untuk pemula secara lengkap, santai, dan mudah dipahami. Cocok banget buat Anda yang baru mulai ngeblog atau ingin blognya naik level.

Cara Riset Keyword untuk Pemula: Panduan Lengkap Biar Blog Gak Sepi Pengunjung

Apa Itu Keyword dalam Dunia Blogging?

Sebelum masuk ke teknis, kita samakan persepsi dulu.

Pengertian Keyword

Keyword (kata kunci) adalah kata atau frasa yang diketik orang di mesin pencari seperti Google untuk mencari informasi.

Contoh:

  • cara membuat blog

  • tips SEO pemula

  • cara riset keyword untuk pemula

Kalau Anda menulis artikel blog, keyword inilah yang jadi “jembatan” antara tulisan Anda dan pembaca.

Google bekerja dengan cara mencocokkan keyword yang dicari orang dengan konten yang paling relevan. Kalau artikel Anda tidak sesuai dengan keyword yang dicari, ya wajar kalau susah muncul di hasil pencarian.

Apakah Keyword Berpengaruh pada Blog?

Jawabannya singkat: Sangat berpengaruh.

Jawaban panjangnya? Kita bahas pelan-pelan.

1. Keyword Menentukan Apakah Artikel Anda Dicari atau Tidak

Anda bisa menulis artikel super bagus, tapi kalau tidak ada yang mencari topik itu di Google, ya tetap sepi.

Misalnya:

  • “Pengalaman pribadi saya minum kopi jam 3 pagi”

Tulisan ini mungkin menarik, tapi hampir tidak ada orang yang mencari itu di Google.

Berbeda dengan:

  • “efek minum kopi malam hari”

Keyword kedua jelas lebih punya potensi trafik.

2. Keyword Membantu Google Memahami Isi Artikel

Google itu pintar, tapi tetap butuh petunjuk.

Dengan penggunaan keyword yang tepat, Google jadi tahu:

  • Artikel ini membahas apa

  • Cocok untuk ditampilkan ke siapa

  • Kapan harus muncul di hasil pencarian

Tanpa riset keyword, artikel Anda seperti jalan tanpa peta.

3. Keyword Berpengaruh ke Trafik Jangka Panjang

Konten berbasis keyword yang tepat bisa mendatangkan pengunjung:

  • Setiap hari

  • Setiap bulan

  • Bertahun-tahun ke depan

Inilah kenapa blogger serius selalu memulai dari riset keyword, bukan asal nulis.

Jenis-Jenis Keyword yang Perlu Diketahui Pemula

Sebelum praktik cara riset keyword untuk pemula, Anda perlu kenal dulu beberapa jenis keyword dasar.

1. Short Tail Keyword

Biasanya terdiri dari 1–2 kata.

Contoh:

  • SEO

  • keyword

  • blogging

Ciri-cirinya:

  • Volume pencarian besar

  • Persaingan sangat ketat

  • Sulit untuk blog baru

2. Long Tail Keyword

Biasanya 3 kata atau lebih.

Contoh:

  • cara riset keyword untuk pemula

  • tips SEO blog pemula

  • cara menaikkan trafik blog baru

Ciri-cirinya:

  • Volume pencarian lebih kecil

  • Persaingan lebih ringan

  • Lebih mudah tembus halaman 1 Google

Untuk pemula, long tail keyword adalah sahabat terbaik.

Cara Riset Keyword untuk Pemula (Langkah Demi Langkah)

Sekarang kita masuk ke inti pembahasan.

Di bagian ini saya akan jelaskan cara riset keyword untuk pemula dengan metode yang realistis, tanpa ribet, dan bisa langsung dipraktikkan.

1. Tentukan Topik Besar Blog Anda

Jangan langsung mikir keyword.

Mulailah dari topik besar.

Contoh topik:

  • Blogging

  • SEO

  • Bisnis online

  • Kesehatan

  • Keuangan pribadi

Misalnya Anda memilih topik blogging.

Dari sini, keyword akan bercabang dengan sendirinya.

2. Gunakan Google Suggest (Cara Gratis & Ampuh)

Ini cara paling simpel dan sering diremehkan.

Caranya:

  1. Buka Google

  2. Ketik kata dasar, misalnya:
    cara riset

  3. Lihat saran otomatis dari Google

Contoh hasilnya:

  • cara riset keyword

  • cara riset keyword SEO

  • cara riset keyword untuk pemula

Semua saran ini berdasarkan pencarian nyata pengguna.

Artinya, keyword tersebut benar-benar dicari orang.

3. Manfaatkan “People Also Ask”

Masih di Google.

Setelah Anda mencari satu keyword, scroll sedikit ke bawah sampai menemukan kotak:
“Orang juga bertanya”

Contoh pertanyaan:

  • Apa itu riset keyword?

  • Bagaimana cara mencari keyword SEO?

  • Kenapa riset keyword penting?

Ini adalah tambang ide konten yang sangat berharga.

Anda bisa:

  • Menjadikannya subjudul

  • Membuat artikel terpisah

  • Menambah kedalaman konten

4. Gunakan Tools Riset Keyword Gratis

Untuk pemula, tidak harus langsung pakai tools berbayar.

Beberapa tools gratis yang bisa Anda manfaatkan:

Google Keyword Planner

  • Gratis (butuh akun Google Ads)

  • Bisa lihat perkiraan volume pencarian

  • Cocok untuk validasi keyword

Ubersuggest

  • Tampilan simpel

  • Menampilkan volume, SEO difficulty, dan ide keyword turunan

  • Sangat ramah untuk pemula

Keywordtool.io (versi gratis)

  • Fokus pada long tail keyword

  • Cocok untuk cari variasi keyword

Gunakan tools ini untuk memastikan keyword Anda:

  • Ada yang mencari

  • Tidak terlalu berat persaingannya

5. Analisis Persaingan Secara Manual

Ini langkah penting tapi sering dilewati.

Caranya sederhana:

  1. Cari keyword target di Google

  2. Lihat 10 hasil teratas

Perhatikan:

  • Apakah isinya artikel panjang?

  • Apakah dari website besar?

  • Apakah blog pribadi juga ada?

Kalau halaman 1 didominasi website raksasa dengan artikel super kuat, sebaiknya cari keyword yang lebih spesifik.

Contoh:
Daripada:

  • riset keyword

Lebih aman:

  • cara riset keyword untuk pemula blog baru

6. Pilih Keyword dengan Niat Pencarian Jelas

Keyword yang bagus bukan cuma banyak dicari, tapi juga jelas maksudnya.

Contoh niat pencarian:

  • Informasional: cara, apa itu, tutorial

  • Transaksional: beli, harga, review

  • Navigasional: login, website resmi

Untuk blog edukasi, keyword informasional seperti:

  • cara riset keyword untuk pemula
    sangat ideal.

Cara Menggunakan Keyword di Artikel dengan Benar

Riset keyword saja tidak cukup. Cara pakainya juga penting.

Beberapa tips dasar:

  • Gunakan keyword utama di judul

  • Masukkan di paragraf awal secara natural

  • Sebar di subjudul (H2/H3) jika relevan

  • Gunakan variasi keyword turunan

  • Jangan dipaksakan atau diulang berlebihan

Fokus ke kenyamanan pembaca, bukan cuma mesin pencari.

Kesalahan Umum Pemula Saat Riset Keyword

Biar Anda tidak jatuh ke lubang yang sama, ini beberapa kesalahan yang sering terjadi:

  • Terlalu fokus volume besar

  • Mengabaikan persaingan

  • Menargetkan terlalu banyak keyword dalam satu artikel

  • Tidak memahami niat pencarian

  • Asal menulis tanpa riset

Ingat, satu artikel = satu fokus keyword utama.

Kesimpulan: Riset Keyword Itu Pondasi Blog

Kalau boleh jujur, riset keyword itu bukan soal teknis rumit.

Masalahnya cuma satu: banyak pemula malas melakukannya.

Padahal, dengan memahami cara riset keyword untuk pemula, Anda bisa:

  • Menulis lebih terarah

  • Mendapatkan trafik organik

  • Mengembangkan blog lebih cepat

Mulailah dari yang sederhana. Gunakan Google, pahami pembaca, dan konsisten.

CTA: Langkah Selanjutnya untuk Anda

Setelah membaca artikel ini, jangan cuma disimpan.

Ambil tindakan sekarang:

  1. Tentukan 1 topik blog

  2. Cari 5–10 long tail keyword

  3. Pilih satu keyword terbaik

  4. Tulis artikel terbaik versi Anda

Kalau Anda serius ingin blog berkembang, riset keyword bukan pilihan.
Itu kewajiban.

Selamat mencoba, dan semoga blog Anda segera ramai pengunjung.

Padil Paturohman
Padil Paturohman Penulis di NuKakang.web.id. Berbagi solusi cerdas seputar teknologi, otomotif, dan bisnis untuk memudahkan hidup Anda.